Selasa, 15 Maret 2011

Laut Kaspia, Danau Terluas Di Dunia

Meski bernama laut dan tidak mengandung air tawar, Laut Kaspia memunyai karakteristik seperti danau. Laut Kaspia sering disebut sebagai danau terluas di dunia.
Kumpulan air yang terkurung daratan itu mempunyai luas permukaan sekitar 371.000 km2. Dikelilingi oleh lima negara besar: Russia, Iran, Azerbaijan, Kazakhstan, dan Turkmenistan. Beberapa kota tua yang ada di tepiannya antara lain Hyrcania, Tamisheh, Atil, dan Khazaran.
Laut Kaspia memunyai sejarah yang panjang. Negara-negara yang berada di sekelilingnya memunyai kepentingan besar untuk menguasainya.
Kelima negara tersebut beberapa kali mengadakan perundingan untuk membagi wilayah Laut Kaspia. Sebelum terkenal bernama Laut Kaspia, danau terluas di dunia ini dikenal dengan nama Samudra Hyrcania, Laut Mazandaran, Khazar, atau Khvalissian.
Kekayaan Laut Kaspia
Sebagai danau terbesar di dunia, Laut Kaspia memiliki beragam fauna. Yang paling terkenal adalah Sturgeon, salah satu jenis ikan bertulang yang langka.
Tubuh Sturgeon termasuk besar, berukuran antara 2 sampai 3,5 meter, bahkan ada beberapa yang bertubuh sampai lebih dari 5 meter. Ciri unik lainnya adalah tidak memunyai sisik yang banyak, tidak bergigi, dan muncul empat helai kumis dari mulutnya. Kumis-kumis itu menjadi ditektor mangsa di dasar danau.
Ikan ini sangat mudah punah karena sulit berkembang menjadi dewasa dan mudah terkena penyakit akibat polusi danau. Sturgeon juga rentan terhadap eksploitasi.
Banyak orang memburu ikan ini untuk diambil telurnya. Telur Sturgeon merupakan bahan utama Kaviar, makanan berharga mahal yang banyak diminati sebagai pelengkap menu di restoran-restoran mewah. Kaviar termewah dibuat dari telur Sturgeon varian Beluga, Ossetra, dan Sevruga.
Pengambilan Sturgeon secara berlebihan mengundang keprihatinan para pecinta lingkungan. Mereka menuntut agar ada undang-undang yang melarang perburuan Sturgeon sampai populasinya kembali normal.
Selain fauna, Laut Kaspia juga menyimpan cadangan energi yang besar. Danau terbesar di dunia ini kaya akan minyak dan gas alam. Pada tahun 2003, Russia, Azerbaijan, dan Kazakhstan berunding untuk membagi sebagian besar wilayah Laut Kaspia. Azerbaijan dan Kazakhstan memperoleh keuntungan besar dari perjanjian itu.
Politik
Selain menyimpan potensi yang luar biasa, danau terbesar di dunia ini juga menyebabkan suhu politik yang panas. Dahulu, Uni Soviet memanfaatkan luasnya danau untuk kepentingan militer.
Di tempat itu dikembangkan kendaraan militer yang dinamai Ecranoplanes. Bentuknya unik menyerupai pesawat tetapi tidak bisa terbang. Militer Amerika Serikat yang menjumpainya sewaktu perang dingin menyebutnya "Monster Laut Kaspia".
Keuntungan besar yang diperoleh Azerbaijan dan Kazakhstan karena eksplorasi minyak membuat Iran menentang penandatanganan perjanjian tiga negara itu.
Iran juga ingin mengembangkan eksplorasi minyak di Laut Kaspia. Iran mendekati Russia dan mengajak berunding. Sebagai sesama negara penentang dominasi Amerika, Russia menyambut baik ajakan Iran itu.
Jika tidak ada kesepakatan yang saling menguntungkan, bukan tidak mungkin danau terbesar di dunia itu menjadi sumber konflik yang besar pula.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar